Lampung Barat – Kegiatan fisik Jalan Rabat Beton Pekon Mutar Alam Kecamatan Way tenong anggaran DD tahun 2024 diduga dikerjakan asal baru jadi usai dikerjakan terindikasi sudah mulai rusak. Ironisnya lagi, sikap Pemerintahan Desa terkesan tutup mata, senin (11/11/24).
Hal ini terlihat jelas ketika awak media menyoroti kegiatan fisik jalan rabat beton yang berlokasi di salah satu Pemangku Mulyo Sari pekon Mutar Alam , Pekerjaan proyek ini diketahui baru selesai hitungan bulan.
Diduga dikerjakan dengan kualitas yang memprihatinkan. Terlihat jelas fisik rabat sudah mulai rusak, dengan kondisi semen terkelupas dan material batu mulai terlihat akan terlepas dari semen cor beton.
Kualitas rabat yang memprihatinkan ini telah coba dikonfirmasi media kepada Peratin Sutro hamid Melalui Whatsapp tidak ada tanggapan.
Sesuai undang-undang Kip no 14 tahun 2008 Keterbukaan informasi publik no 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi dan pasal 11 khususnya peran serta masyarakat tersebut. Diatur dalam peraturan pemerintah PP No 43 tahun 2018 tentang tatacara peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi undang-undang 20 tahun 2001 perubahan undang-undang 31 tahun 1999 menyebutkan bahwa pengertian korupsi setidaknya mencakup segala perbuatan melawan hukum memberdayakan diri, orang badan yang merugikan keuangan dan perekonomian negara.
Selanjutnya, kami harap inspektorat BPK Bapak bupati dan kejaksaan agar menindak lanjuti kegiatan di wilayah kecamatan Way Tenong sesuai undang-undang di negara ini, Selama Berita ini turun Kami belum bisa Konfirmasi ke peratin Pekon Mutar Alam.
( team)